Bagaimana cara menyikapi "ego",dimana ego seringkali mengalahkan semuanya bahkan tak jarang menjadi berhala yang tak terkalahkan.Bisa jadi dalam keseharian kita dan kita tak pernah merasa kalah karena kita menikmatinya hingga kita menjadi budaknya tanpa daya.Ego,dalamkehidupan kita telah menjadi semacam -tuhan yang terlalu kita cintai,kita hormati dan kita kagumi dan akhirnya kita tejebak dalam sikap idolatry.Menuhankan sesuatu yang bukan Tuhan
NuRiL7
Jumat, 30 April 2010
Bagaimana cara menyikapi "ego",dimana ego seringkali mengalahkan semuanya bahkan tak jarang menjadi berhala yang tak terkalahkan.Bisa jadi dalam keseharian kita dan kita tak pernah merasa kalah karena kita menikmatinya hingga kita menjadi budaknya tanpa daya.Ego,dalamkehidupan kita telah menjadi semacam -tuhan yang terlalu kita cintai,kita hormati dan kita kagumi dan akhirnya kita tejebak dalam sikap idolatry.Menuhankan sesuatu yang bukan Tuhan
Jumat, 22 Mei 2009
Menjadikan Islam sebagai bagian dari bangsa
Kamis, 29 Januari 2009
PERJALANAN HIDUP
PERJALANAN HIDUP
Dalam suatu perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyingkap segala rahasia kehidupan.
Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detik jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan.
Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam menentukan sikapnya. Ada yang berjuang untuk melaluinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang dia ada.
Apa rahsia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.
Jean-Francois Champollion dicatat dalam sejarah dunia sebagai orang pertama yang berhasil membaca huruf Mesir kuno yang telah dilupakan ribuan tahun. Ternyata kemampuannya ini didukung oleh pengetahuan bahasa yang telah dikembangkannya sejak kecil ketika berusia 11 tahun, Champollion telah menguasai bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani. Dua tahun kemudian ia juga mempelajari bahasa Arab, Syria, Chaldea, dan Koptik.
Di tahun 1822, pada usia 32 tahun, Champollion selesai menterjemahkan batu Rosetta yang menjadi kunci pembacaan naskah Hieroglif Mesir kuno.
Hidup ini merupakan proses pembelajaran menuju lebih baik dan memahami akan cinta yang Allah SWT berikan buat manusia di dunia ini.
Note :
Rahasia terbesar dalam hidup: Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.
