Halaman

Jumat, 30 April 2010

Dimana kita menempatkan "ego"

Bagaimana cara menyikapi "ego",dimana ego seringkali mengalahkan semuanya bahkan tak jarang menjadi berhala yang tak terkalahkan.Bisa jadi dalam keseharian kita dan kita tak pernah merasa kalah karena kita menikmatinya hingga kita menjadi budaknya tanpa daya.Ego,dalamkehidupan kita telah menjadi semacam -tuhan yang terlalu kita cintai,kita hormati dan kita kagumi dan akhirnya kita tejebak dalam sikap idolatry.Menuhankan sesuatu yang bukan Tuhan

Jumat, 22 Mei 2009

Menjadikan Islam sebagai bagian dari bangsa

Masalah Islam dan pluralisme di Indonesia tidak saja terbatas dialetika Islam dan kebangsaaan sesama melainkan lebih dari itu.Masalah islam dan pluralisme terasa semakin mendesak,terutama setelah kita memasuki era reformasi dimana kita memulai lagi demokratisasi bangsa ini yang sempat tertunda.
Di era reformasi yang demokratis sekarang ini sudah tebuka lebar bagi kita untuk menghindari kebijakan sepihak yang bersifat top down dari pemerintah.Sebuah aturan yang sehat dan efektif mengenai npenyiaran agama akan dapat terwujud apabila aturan main tersebut dibuat secara bersama-sama oleh tokoh berbagai agama baru kemudian setelah dijadikan peraturan resmi pemerintah sebagai pelaksananya dengan tetap diawasi oleh semua umat beragama.Tinggal masalah berat lainnya adalah bagaimana agar tidak ada kelompok agama apa pun yang terancam dengan penyiaran agama lain.Kaum muslim masih terancam dengan kebudayaan barat.Problem selama ini dihadapi dengan menggulirkan gagasan Islam progresiof,kritis,dan toleran salah satunya adalah fundamentalisme.
Semangat kebhinekaan Indonesia meniscayakan Islam lebur dan berinteraksi dengan konteks ke Indonesian.Tentunya Islam Indonesia inim dikecualikan dari hal-hal yang sifatnya ibadah mahdhah tapi garaopanya lebih pada hal yang sifatnya muamalah yang merupakan ijtihad dan kontekstual sifatnya.
Sekarang kita sebagai generasi muslim  akan menghadapi masalah -masalah keislaman dan masalah sosial keagamaan di Indonesia yang lebih kompleks...

Kamis, 29 Januari 2009

PERJALANAN HIDUP

PERJALANAN HIDUP

Dalam suatu perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyingkap segala rahasia kehidupan.

Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detik jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan.

Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam menentukan sikapnya. Ada yang berjuang untuk melaluinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang dia ada.

Apa rahsia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.

Jean-Francois Champollion dicatat dalam sejarah dunia sebagai orang pertama yang berhasil membaca huruf Mesir kuno yang telah dilupakan ribuan tahun. Ternyata kemampuannya ini didukung oleh pengetahuan bahasa yang telah dikembangkannya sejak kecil ketika berusia 11 tahun, Champollion telah menguasai bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani. Dua tahun kemudian ia juga mempelajari bahasa Arab, Syria, Chaldea, dan Koptik.

Di tahun 1822, pada usia 32 tahun, Champollion selesai menterjemahkan batu Rosetta yang menjadi kunci pembacaan naskah Hieroglif Mesir kuno.

Hidup ini merupakan proses pembelajaran menuju lebih baik dan memahami akan cinta yang Allah SWT berikan buat manusia di dunia ini.

Note :

Rahasia terbesar dalam hidup: Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.